03 February 2010

Perjalanan Taaruf

Jika melihat bulan, kata orang saya masih tergolong pengantin baru. Baru satu bulan terhitung 28 Oktober yang lalu. Pengantin baru yang benar-benar baru. Karena saya dan suami belum saling mengenal. Hanya satu kali bertemu sebelum menikah. Satu bulan sebelumnya. Dan itu pun tidak banyak bicara. Perkenalan mendalam baru dilakukan usai akad nikah.

Namun, pengantin baru ala saya bukanlah pengantin baru yang identik dengan bulan madu. Sama sekali tak pernah terpikirkan dengan hal yang nampaknya manis dan menyenangkan tersebut. Bagi saya, pernikahan ini sudah merupakan sebuah anugerah dan rezeki yang tiada tara. Suami saya merupakan pilihan terbaik yang Allah berikan kepada saya.

Meskipun sebenarnya suami seorang yang sibuk. Seorang yang sering berada di luar rumah. Pekerjaannya di bidang sosial menuntutnya lebih banyak mengurus masyarakat. Beberapa ipar agak sedih juga melihat kondisi yang saya alami. Tiga hari usai menikah, saya langsung diboyong ke Jakarta, tempat suami mencari nafkah.

30 January 2010

Confessions of Miss Shopaholic

Judul diatas sengaja saya comot dari sebuah judul film yang bercerita tentang kegilaan seorang perempuan muda, Rebecca Bloomberg akan shopping alias berbelanja. Bahkan diceritakan dalam film itu bagaimana Rebecca dikejar-kejar penagih utang serta usahanya ikut terapi untuk menghilangkan kecanduan belanja. Cerita fim ini ringan dan mudah dicerna sekaligus menghibur.

Gila belanja atau istilahnya shopaholic memang bisa menimpa siapa saja terutama mungkin kaum hawa. Maka tidak mengherankan jika menjelang lebaran atau ketika diskon besar-besaran pusat perbelanjaan banyak dijejali pembeli yang mayoritas perempuan. Entah ini kebetulan atau tidak,. Tapi terkadang realitas menunjukkan bahwa wanita memang paling doyan berbelanja.

Ehm…..dan lagi-lagi suasana pusat perbelanjaan yang dipenuhi pembeli, saya temui hari ini. Ya, hari dimana kalender menunjukkan angka 1 dibulan Januari ditahun 2010. Alias tepat memasuki hari pertama ditahun baru Masehi.

30 November 2009

Bulan Sabit di Masjid Al-Aqsa

Sejak zaman para nabi dahulu, kaum yahudi (Bani Israil), adalah kaum yang sering mengingkari perintah Allah. Mereka manis di bibir terhadap nabi, namun mudah mencampakkan ajaran-ajaran tentang iman kepada Allah. Bani Israil juga dikenal sebagai kaum yang suka mendustakan agama. Karena itu, Allah memperingatkan kaum muslimin dan mukminin agar berhati-hati kepada mereka. Sebab, sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam.

Kebencian saya kepada yahudi makin memuncak setelah tak sengaja membuka jurnal tentang propaganda zionis. Bukan hanya di masa lalu yahudi itu sering memusuhi Islam, di era sekarang pun mereka selalu berusaha menjatuhkan Islam. Terbukti, penindasan atas bumi Palestina. Mereka ingin mendirikan negara yahudi meski konsekuensinya adalah darah rakyat Palestina.

Kebetulan, malam itu seorang teman mengirimi jurnal tentang Masjid Al-Aqsa. Saya tertarik tentang masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam pertama sebelum dipindahkan ke Masjid Al-Haram itu. Saya membayangkan betapa warga Palestina salat di situ di bawah pengawasan tentara bersenjata Israel. Namun, mereka tetap khusyuk salat. Pemandangan tersebut sangat mengharukan. Bukan karena apa, sebab dulu pernah ada jamaah salat Subuh warga Palestina di Masjid Al-Aqsa dihabisi tentara Israel. Dunia mengutuk tindakan tak berperikemanusiaan Israel tersebut.