26 July 2010

Habiskan Makananmu

Pengalaman waktu makan di sebuah warung di Pogung, sebelah utara kampus Teknik UGM. Mbak penjual berkomentar saat membereskan meja sebelahku, "Begini nih, Mas. Cewek tuh kalo makan selalu begini. Sudah ambil nasinya dikit, tetep aja nggak habis."

Kulihat piringnya, nasi yang tersisa memang cukup banyak. Sayang sekali, di luar sana ada banyak orang kelaparan, namun ada juga yang suka membuang makanan. Tidak hanya di warung tersebut, hampir di setiap tempat makan kulihat banyak makanan terbuang.

Dalam setiap makanan setidaknya ada beberapa hal yang patut diketahui:
1. Setiap makanan yang dihidangkan memiliki hak untuk dimakan (sampai habis).
2. Penjual akan lebih repot jika ada makanan tersisa di piring. Ia akan terpaksa membuangnya. Juga akan merasa disindir bahwa makanan jualannya tidak enak.
3. Tukang sampah mungkin juga merasa jijik jika harus selalu mengangkut makanan sisa.
4. Para petani bekerja keras menanam padi. Bagaimana perasaan mereka jika mengetahui bahwa hasil kerja kerasnya disia-siakan?

Pasti kita sudah mengetahui bahwa seorang muslim harus menghabiskan setiap makanan yang ia makan. Habiskan hingga bulir terakhir.

03 July 2010

Penghasilan

Penghasilan tambahan (passive income) menurut Robert Kiyosaki:
1. real estat: rumah, apartemen, kondominium
2. paper asset: forex, saham, reksadana
3. bisnis: membeli waralaba (franchisee)

Sebenarnya ada banyak penghasilan yang belum disebutkan oleh Pak Kiyosaki. Salah satunya adalah bisnis yang dijalankan di internet.

"Cara membangun bisnis di internet MIRIP dengan membangun bisnis di dunia nyata."
(Robert Hanson)

Jika telah memiliki modal ataupun niat berbisnis, maka tahapan yang dilakukan pada bisnis di dunia nyata adalah:
1. mencari ide
2. analisis pasar
3. aksi, membuka usaha
4. promosi
5. menjaga loyalitas pelanggan
6. duplikasi

04 June 2010

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Assalamu'alaykum warahmatulLahi wabarakatuhu,
Salah satu dari 12 orang Indonesia yang ada di armada Freedom Flotilla adalah Santi Soekanto. Ia mantan wartawati harian the Jakarta Post, sempat menjadi konsultan media bagi WHO Jakarta, kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Suaminya, Wisnu Pramudya, juga ada di atas kapal. Wisnu juga wartawan, sempat memimpin majalah Hidayatullah.
Kemarin, Santi mengirim email ini pada saya. Isinya menyentuh. Saya teruskan pada kawan-kawan, semoga juga bisa bermanfaat. Silakan teruskan pada kawan-kawan lain.
Sampai saat mengirim email ini, saya belum tahu kabar mereka dan 10 orang Indonesia lain (selain Santi dan Wisnu, ada juga M. Yasin/ TV One, Surya Fachrizal/ majalah Hidayatullah, Ferry Nur/ Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, tiga orang dari MER-C, sisanya saya belum tahu).
Mohon terus doakan mereka.
Salam,
--
Tomi Satryatomo
skype: tomi.satryatomo