30 January 2010

Confessions of Miss Shopaholic

Judul diatas sengaja saya comot dari sebuah judul film yang bercerita tentang kegilaan seorang perempuan muda, Rebecca Bloomberg akan shopping alias berbelanja. Bahkan diceritakan dalam film itu bagaimana Rebecca dikejar-kejar penagih utang serta usahanya ikut terapi untuk menghilangkan kecanduan belanja. Cerita fim ini ringan dan mudah dicerna sekaligus menghibur.

Gila belanja atau istilahnya shopaholic memang bisa menimpa siapa saja terutama mungkin kaum hawa. Maka tidak mengherankan jika menjelang lebaran atau ketika diskon besar-besaran pusat perbelanjaan banyak dijejali pembeli yang mayoritas perempuan. Entah ini kebetulan atau tidak,. Tapi terkadang realitas menunjukkan bahwa wanita memang paling doyan berbelanja.

Ehm…..dan lagi-lagi suasana pusat perbelanjaan yang dipenuhi pembeli, saya temui hari ini. Ya, hari dimana kalender menunjukkan angka 1 dibulan Januari ditahun 2010. Alias tepat memasuki hari pertama ditahun baru Masehi.

30 November 2009

Bulan Sabit di Masjid Al-Aqsa

Sejak zaman para nabi dahulu, kaum yahudi (Bani Israil), adalah kaum yang sering mengingkari perintah Allah. Mereka manis di bibir terhadap nabi, namun mudah mencampakkan ajaran-ajaran tentang iman kepada Allah. Bani Israil juga dikenal sebagai kaum yang suka mendustakan agama. Karena itu, Allah memperingatkan kaum muslimin dan mukminin agar berhati-hati kepada mereka. Sebab, sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam.

Kebencian saya kepada yahudi makin memuncak setelah tak sengaja membuka jurnal tentang propaganda zionis. Bukan hanya di masa lalu yahudi itu sering memusuhi Islam, di era sekarang pun mereka selalu berusaha menjatuhkan Islam. Terbukti, penindasan atas bumi Palestina. Mereka ingin mendirikan negara yahudi meski konsekuensinya adalah darah rakyat Palestina.

Kebetulan, malam itu seorang teman mengirimi jurnal tentang Masjid Al-Aqsa. Saya tertarik tentang masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam pertama sebelum dipindahkan ke Masjid Al-Haram itu. Saya membayangkan betapa warga Palestina salat di situ di bawah pengawasan tentara bersenjata Israel. Namun, mereka tetap khusyuk salat. Pemandangan tersebut sangat mengharukan. Bukan karena apa, sebab dulu pernah ada jamaah salat Subuh warga Palestina di Masjid Al-Aqsa dihabisi tentara Israel. Dunia mengutuk tindakan tak berperikemanusiaan Israel tersebut.

28 September 2009

Ramadhan Tahun Lalu...

Ramadhan tahun lalu, teramat banyak menu tersaji di meja makan, baik saat sahur, terlebih saat berbuka. Tidak sedikit sisa makanan sahur yang terbuang ke tempat sampah di pagi hari. Begitu juga setumpuk makanan yang tak mampu lagi tertampung di perut usai berbuka. Padahal, di luar sana jutaan anak yatim menangis menahan lapar mereka. Antrian pengemis dan kaum fakir menadahkan tangan meski kadang hanya lelah yang didapat. Sama dengan kita, mereka pun berpuasa. Bedanya, tak ada makanan untuk sahur maupun berbuka. Karena puasa bagi mereka, tak hanya di bulan ramadhan. Sepanjang tahun mereka lakukan hal yang mungkin hanya sebulan kita menjalaninya.

Sepanjang ramadhan tahun lalu, banyak ibadah yang kita kerjakan. Banyak sudah doa yang terajut, untaian pinta yang terukir, air mata yang tumpah di setiap sujud dan panjang rakaat sholat kita. Sama dengan kita, di luar sana, jutaan fakir miskin tak henti berdoa berharap derma dari yang peduli. Sepanjang tahun kita hanya khusyuk berdoa, namun tanpa tangan yang terhulur menjawab pinta kaum fakir.