06 August 2010

Informasi Hilal

Untuk memberikan informasi hilal astronomi secara lebih luas dan terbuka kepada masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Agama bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk., dan Observatorium Bosscha – FMIPA, Institut Teknologi Bandung menyediakan layanan tayangan langsung hilal astronomi melalui halaman web ini. Secara khusus, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menangani pengamatan di Nusa Tenggara Barat, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim membantu pengamatan di Pekanbaru Riau, Rukyatul Hilal Indonesia menangani pengamatan di Yogyakarta, Planetarium Jagad Raya menangani pengamatan di Tenggarong dan LAPAN menangani pengamatan di Biak Papua dan Anyer Banten. Melalui tayangan langsung ini diharapkan agar masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal dan memahami fenomena alam yang terkait.


Hilal merupakan awal masuknya bulan baru pada kalender qomariyah (bulan), termasuk kalender Hijriah. Banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal.


26 July 2010

Habiskan Makananmu

Pengalaman waktu makan di sebuah warung di Pogung, sebelah utara kampus Teknik UGM. Mbak penjual berkomentar saat membereskan meja sebelahku, "Begini nih, Mas. Cewek tuh kalo makan selalu begini. Sudah ambil nasinya dikit, tetep aja nggak habis."

Kulihat piringnya, nasi yang tersisa memang cukup banyak. Sayang sekali, di luar sana ada banyak orang kelaparan, namun ada juga yang suka membuang makanan. Tidak hanya di warung tersebut, hampir di setiap tempat makan kulihat banyak makanan terbuang.

Dalam setiap makanan setidaknya ada beberapa hal yang patut diketahui:
1. Setiap makanan yang dihidangkan memiliki hak untuk dimakan (sampai habis).
2. Penjual akan lebih repot jika ada makanan tersisa di piring. Ia akan terpaksa membuangnya. Juga akan merasa disindir bahwa makanan jualannya tidak enak.
3. Tukang sampah mungkin juga merasa jijik jika harus selalu mengangkut makanan sisa.
4. Para petani bekerja keras menanam padi. Bagaimana perasaan mereka jika mengetahui bahwa hasil kerja kerasnya disia-siakan?

Pasti kita sudah mengetahui bahwa seorang muslim harus menghabiskan setiap makanan yang ia makan. Habiskan hingga bulir terakhir.

03 July 2010

Penghasilan

Penghasilan tambahan (passive income) menurut Robert Kiyosaki:
1. real estat: rumah, apartemen, kondominium
2. paper asset: forex, saham, reksadana
3. bisnis: membeli waralaba (franchisee)

Sebenarnya ada banyak penghasilan yang belum disebutkan oleh Pak Kiyosaki. Salah satunya adalah bisnis yang dijalankan di internet.

"Cara membangun bisnis di internet MIRIP dengan membangun bisnis di dunia nyata."
(Robert Hanson)

Jika telah memiliki modal ataupun niat berbisnis, maka tahapan yang dilakukan pada bisnis di dunia nyata adalah:
1. mencari ide
2. analisis pasar
3. aksi, membuka usaha
4. promosi
5. menjaga loyalitas pelanggan
6. duplikasi

04 June 2010

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Assalamu'alaykum warahmatulLahi wabarakatuhu,
Salah satu dari 12 orang Indonesia yang ada di armada Freedom Flotilla adalah Santi Soekanto. Ia mantan wartawati harian the Jakarta Post, sempat menjadi konsultan media bagi WHO Jakarta, kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Suaminya, Wisnu Pramudya, juga ada di atas kapal. Wisnu juga wartawan, sempat memimpin majalah Hidayatullah.
Kemarin, Santi mengirim email ini pada saya. Isinya menyentuh. Saya teruskan pada kawan-kawan, semoga juga bisa bermanfaat. Silakan teruskan pada kawan-kawan lain.
Sampai saat mengirim email ini, saya belum tahu kabar mereka dan 10 orang Indonesia lain (selain Santi dan Wisnu, ada juga M. Yasin/ TV One, Surya Fachrizal/ majalah Hidayatullah, Ferry Nur/ Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, tiga orang dari MER-C, sisanya saya belum tahu).
Mohon terus doakan mereka.
Salam,
--
Tomi Satryatomo
skype: tomi.satryatomo

03 February 2010

Perjalanan Taaruf

Jika melihat bulan, kata orang saya masih tergolong pengantin baru. Baru satu bulan terhitung 28 Oktober yang lalu. Pengantin baru yang benar-benar baru. Karena saya dan suami belum saling mengenal. Hanya satu kali bertemu sebelum menikah. Satu bulan sebelumnya. Dan itu pun tidak banyak bicara. Perkenalan mendalam baru dilakukan usai akad nikah.

Namun, pengantin baru ala saya bukanlah pengantin baru yang identik dengan bulan madu. Sama sekali tak pernah terpikirkan dengan hal yang nampaknya manis dan menyenangkan tersebut. Bagi saya, pernikahan ini sudah merupakan sebuah anugerah dan rezeki yang tiada tara. Suami saya merupakan pilihan terbaik yang Allah berikan kepada saya.

Meskipun sebenarnya suami seorang yang sibuk. Seorang yang sering berada di luar rumah. Pekerjaannya di bidang sosial menuntutnya lebih banyak mengurus masyarakat. Beberapa ipar agak sedih juga melihat kondisi yang saya alami. Tiga hari usai menikah, saya langsung diboyong ke Jakarta, tempat suami mencari nafkah.

30 January 2010

Confessions of Miss Shopaholic

Judul diatas sengaja saya comot dari sebuah judul film yang bercerita tentang kegilaan seorang perempuan muda, Rebecca Bloomberg akan shopping alias berbelanja. Bahkan diceritakan dalam film itu bagaimana Rebecca dikejar-kejar penagih utang serta usahanya ikut terapi untuk menghilangkan kecanduan belanja. Cerita fim ini ringan dan mudah dicerna sekaligus menghibur.

Gila belanja atau istilahnya shopaholic memang bisa menimpa siapa saja terutama mungkin kaum hawa. Maka tidak mengherankan jika menjelang lebaran atau ketika diskon besar-besaran pusat perbelanjaan banyak dijejali pembeli yang mayoritas perempuan. Entah ini kebetulan atau tidak,. Tapi terkadang realitas menunjukkan bahwa wanita memang paling doyan berbelanja.

Ehm…..dan lagi-lagi suasana pusat perbelanjaan yang dipenuhi pembeli, saya temui hari ini. Ya, hari dimana kalender menunjukkan angka 1 dibulan Januari ditahun 2010. Alias tepat memasuki hari pertama ditahun baru Masehi.

30 November 2009

Bulan Sabit di Masjid Al-Aqsa

Sejak zaman para nabi dahulu, kaum yahudi (Bani Israil), adalah kaum yang sering mengingkari perintah Allah. Mereka manis di bibir terhadap nabi, namun mudah mencampakkan ajaran-ajaran tentang iman kepada Allah. Bani Israil juga dikenal sebagai kaum yang suka mendustakan agama. Karena itu, Allah memperingatkan kaum muslimin dan mukminin agar berhati-hati kepada mereka. Sebab, sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam.

Kebencian saya kepada yahudi makin memuncak setelah tak sengaja membuka jurnal tentang propaganda zionis. Bukan hanya di masa lalu yahudi itu sering memusuhi Islam, di era sekarang pun mereka selalu berusaha menjatuhkan Islam. Terbukti, penindasan atas bumi Palestina. Mereka ingin mendirikan negara yahudi meski konsekuensinya adalah darah rakyat Palestina.

Kebetulan, malam itu seorang teman mengirimi jurnal tentang Masjid Al-Aqsa. Saya tertarik tentang masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam pertama sebelum dipindahkan ke Masjid Al-Haram itu. Saya membayangkan betapa warga Palestina salat di situ di bawah pengawasan tentara bersenjata Israel. Namun, mereka tetap khusyuk salat. Pemandangan tersebut sangat mengharukan. Bukan karena apa, sebab dulu pernah ada jamaah salat Subuh warga Palestina di Masjid Al-Aqsa dihabisi tentara Israel. Dunia mengutuk tindakan tak berperikemanusiaan Israel tersebut.

28 September 2009

Ramadhan Tahun Lalu...

Ramadhan tahun lalu, teramat banyak menu tersaji di meja makan, baik saat sahur, terlebih saat berbuka. Tidak sedikit sisa makanan sahur yang terbuang ke tempat sampah di pagi hari. Begitu juga setumpuk makanan yang tak mampu lagi tertampung di perut usai berbuka. Padahal, di luar sana jutaan anak yatim menangis menahan lapar mereka. Antrian pengemis dan kaum fakir menadahkan tangan meski kadang hanya lelah yang didapat. Sama dengan kita, mereka pun berpuasa. Bedanya, tak ada makanan untuk sahur maupun berbuka. Karena puasa bagi mereka, tak hanya di bulan ramadhan. Sepanjang tahun mereka lakukan hal yang mungkin hanya sebulan kita menjalaninya.

Sepanjang ramadhan tahun lalu, banyak ibadah yang kita kerjakan. Banyak sudah doa yang terajut, untaian pinta yang terukir, air mata yang tumpah di setiap sujud dan panjang rakaat sholat kita. Sama dengan kita, di luar sana, jutaan fakir miskin tak henti berdoa berharap derma dari yang peduli. Sepanjang tahun kita hanya khusyuk berdoa, namun tanpa tangan yang terhulur menjawab pinta kaum fakir.

13 September 2009

Mencari Jalan Menuju Cahaya

Orang-orang kebingungan mencari cahaya. Berjalan, berlari, kadang juga ada yang mengendap-endap dan melangkah dengan sangat hati-hati dalam kegelapan. Mereka tidak mempunyai cahaya. Mereka sedang mencari cahaya untuk menerangi perjalanannya. Untuk menyinari kehidupannya. Tetapi sungguh mengherankan ketika pada saat yang sama, sebagian besar umat kita justru sedang terlelap di bawah naungan cahaya. Mereka tertidur dengan pulas dan nikmat dalam nuansa bermandikan cahaya, sementara orang lain sedang sibuk mencari cahaya dalam gelap gulita. Dua macam kegelapan yang jelas berbeda.

Umat Islam sedang terlelap dalam tidur panjangnya sehingga mereka tidak menyadari kondisi sekitarnya. Mereka bahkan tidak sadar jika tubuhnya sedang terluka. Lihatlah bumi Islam sedang terkoyak. Berbagai belahan dunia Islam sedang menderita akibat ulah orang-orang kafir durjana. Pembantaian dan penindasan terjadi di setiap titik-titik lemah umat. Sementara pada saat yang sama, orang-orang kafir senantiasa merasuki pemikiran dan melakukan pengaburan bahkan penyesatan terhadap umat ini. Umat Islam tidak berdaya untuk sekedar mempertahankan dirinya, mempertahankan eksistensi kemanusiaannya, apalagi kemuliaan diennya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Adakah yang salah dengan Islam? Al Islamu ya’lu wa la yu’la ‘alaih. Islam itu tinggi dan tidak ada yang menyamai ketinggiannya. Namun permasalahannya sekarang bukan Islamnya, tetapi justru umatnya. Lihatlah betapa kemaksiatan dan penyimpangan telah menggerogoti kewibawaan umat, sementara di sisi lain sebagian umat yang ingin bangkit seringkali gagal dalam memahami ruh ajaran Islam. Ini tentunya adalah kondisi yang memprihatinkan. Umat harus segera dibangunkan dari tidur panjangnya. Agar mereka segera melihat cahaya. Agar mereka segera menyadari kondisi diri dan lingkungannya. Sehingga dengan begitu, mereka akan segera bangkit untuk meraih kejayaan seperti dahulu Islam pernah berjaya. Sesungguhnya umat Islam tidak akan berjaya, kecuali apa yang telah membuat berjaya generasi pertamanya.

Dari sini:

28 August 2009

Surat Untuk Istriku: Sirami Bunga Kita Dengan Cinta

Awal bulan depan, genap satu tahun pernikahan kita. Sementara bunga kecil di perutmu sudah mulai mendesak-desak ingin keluar, hmm, tak terasa sebentar lagi bunga itu akan keluar dan menghiasi harum rumah kecil ini. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk menciuminya sepuasku hingga tak satupun orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, ayahnya, bosan menciumnya.

Satu tahun empat bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang ditemani beberapa sahabat untuk berkenalan malah berubah menjadi sebuah prosesi yang aku sendiri tidak siap melakukannya, yah, aku melamarmu dik.

Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan di rumah salah seorang sahabatmu. Waktu itu, aku tak berani menatap wajahmu meski ingin sekali aku beranikan diri untuk mengangkat wajahku dan segera menatapmu. Tapi, entah magnet apa yang membuatku terus tertunduk. Kenakalanku selama ini ternyata tidak berarti apa-apa dihadapanmu, kurasakan sebuah gunung besar bertengger tepat di atas kepalaku dan membuatku terus tertunduk.

27 August 2009

Mau Taraweh Apa Mejeng Seeeeh...?

Ini cerita "djaman moeda doeloe". Waktu belum jadi ikhwan seperti sekarang. Uups, sekarang juga nggak ikhwan beneran sih. Tapi setidaknya berusaha menjadi ikhwan sejati. Ihiks...

Cerita waktu masih di kampung halaman, Pontianak. Kota khatulistiwa yang panasnya bisa bikin item badan.

Dekat rumah orang tua ada 2 mesjid terdekat. Nama mesjidnya Al-Manar, dan satunya lagi adalah Babussalam. Kalau di Al-Manar, jalan menuju ke sananya itu jalan besar. Mesjidnya pun bagus, dekat dengan lingkungan perumahan dan perkantoran. Nggak heran pada banyak yang taraweh di sana. Termasuklah yang muda-muda seperti saya. Taraweh di Al-Manar ini singkat, cuma 8 rakaat, plus 3 rakaat witir. Sebelumnya tentu saja sholat Isha' berjamaah.

Sebagaimana yang lainnya, dengan terengah-engah --setelah makan es kelapa, es cincau, es cendol, nasi sepiring penuh, dan segala macam juadah ludes di perut-- saya pun berangkat ke mesjid. Oalah, ini buka puasa apa dendam ya?

Ih, pasti ada yang nyengir lebar. Ngaku aja deh, kalo yang nyengir juga begitu kan?

17 August 2009

Palestina adalah Pendukung Pertama Kemerdekaan Indonesia



Sekedar sharing mengenai info sejarah kemerdekaan RI yang tidak pernah dipublikasikan atau diajarkan di sekolah (kalo ga salah waktu sekolah dulu yang dicantumin di mata pelajaran cuma Mesir doank deh) , yaitu mengenai dukungan kemerdekaan RI oleh Palestina. Jadi sebenarnya kita berhutang dukungan kepada Palestina. Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

24 July 2009

Anak Saya Berbohong?

Ada kejadian menarik di hari senin lalu, tepatnya senin malam ketika isteri saya memeriksa buku tabungan Hufha -anak saya yang sulung, kelas 2 SD- "Hufha nggak nabung hari ini? kan uangnya sudah dikasih?"

Hufha yang ditanya saat itu sedang merapikan buku untuk sekolah esok hari, sedikit gelagapan -setidaknya saya menangkapnya seperti itu- lalu, "nngg... itu... bu gurunya nggak nulis di buku tabungan..." tanpa melihat sedikit pun ke arah umminya dan terus asik melihat buku pelajarannya.

Isteri saya sedikit berbisik ke saya, "Apa dia nggak nabung dan uangnya dijajanin? Apa benar ibu gurunya tidak menulisnya?"

23 July 2009

Menjadi Manusia Kreatif

Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. Satu hal yang menarik dari film tersebut, se-impossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A, plan B, bahkan plan C, sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi.

Norman Vincent Peal, menuliskan buku best seller, You Can If You Think You Can , sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih.

15 April 2009

Gosip di Mana-Mana!

Sedih. Itulah yang dirasakan ibu tersebut. Entah dari mana sumbernya, namun berita bahwa anaknya melihat situs tak senonoh di internet merebak ke mana-mana. Ia sendiri mendengar berita itu dari tetangganya. Tetangganya mendengar dari tetangganya lagi, yang mendengar dari tetangga tetangganya lagi. Seberapa akuratkah berita itu? Ternyata, dibandingkan kenyataannya, berita yang beredar jauh lebih heboh.

Memang ada sedikit kebenaran pada berita tersebut, yaitu, anaknya bersama teman-temannya iseng membuka internet, dan mencari info tentang artis pujaannya. Namun internet memang punya segudang info, yang perlu maupun yang sampah. Tanpa sengaja, anak-anak lugu yang baru belajar internet ini terperosok ke situs yang menampilkan artis dengan busana kurang pantas. Dan mereka kepergok. Entah bagaimana, berita yang menyebar adalah anak-anak tersebut sengaja mengunjungi situs porno.

24 February 2009

Bahkan, Malam Pertama Belum Pun Usai

Langit begitu memesona. Kerlip gemintang bagaikan menggoda rembulan yang sedang kasmaran. Suguhan orkestra dari penghuni malam laksana simfoni indah. Seketika romansa pun tercipta. Hingga, sepasang manusia itu semakin dimabuk kepayang.

Mereka memang baru saja menjalin sebuah ikatan. Memadu segala rasa dari dua lautan jiwa. Berjanji, menjaga bahtera tak akan karam walau kelak badai garang menghadang. Kini, dunia seakan menjadi milik berdua. Malam pertama yang selalu panjang bagi setiap mempelai dilalui dengan penuh mesra. Tak diharapkannya pagi segera menjelang. Segala gemuruh hasrat tertumpah. Sebab, sesuatu yang haram telah menjadi halal.

Namun...
Sayup terdengar seruan. Semakin lama kian lantang,
"Haiya 'alal jihad... haiya 'alal jihad...!!!"


22 February 2009

Merokok itu Haram


Racun RokokJustify Full

Sekitar 442 ribu orang di AS mati tiap tahun karena penyakit yang disebabkan rokok. Penyakit Kanker Paru-paru yang mematikan, 90% disebabkan oleh rokok. Rokok juga meningkatkan serangan Stroke/jantung hingga 50%. Rokok juga mengganggu penderita asma dan penyakit paru-paru lainnya.

Bahkan bagi perokok pasif (orang yang tidak merokok, tapi menghisap rokok dari perokok) rokok sangat berbahaya. 3000 orang mati karena kanker paru-paru dan 35.000 karena serangan jantung setiap tahunnya akibat tak sengaja menghisap asap dari perokok (MS Encarta).

Di bungkus rokok jelas disebut bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi..


13 January 2009

Itu Santa, Nak...

Meriah...
Sungguh meriah suasana menjelang Natal di Negeri Sakura. Kerlap-kerlip lampu beraneka warna menambah gemerlapan kota. Toko-toko dihias dengan begitu indah, seraya menawarkan discount besar-besaran. Tak ketinggalan sang pelayan mengenakan pakaian kebesaran berwarna merah, lengkap dengan topi runcing yang ada lampu neonnya.

Mereka tersenyum penuh keramahan, irashaimase... irashaimase..., teriaknya. Tamu adalah raja, sementara di negara kita raja hanya untuk mereka yang berbelanja dengan pakaian dan kendaraan mewah.

Malam pun tak kalah semarak dengan siang. Jalanan bagaikan diselimuti cahaya kunang-kunang, mengerubungi orang-orang yang berjalan-jalan untuk sekedar menghabiskan waktu ataupun kesuntukan rutinitas kerja. Kemeriahan semakin lengkap dengan banyak pohon Natal yang dihiasi hiasan cantik dan menarik. Lampu-lampu kecil, lonceng, bandul bola emas dan perak saling memantulkan cahaya bagai kerlingan mata bidadari yang cantik. Bagi orang Jepang, suasana menjelang dan Natal itu sendiri adalah saatnya bersuka ria, tanpa peduli dengan ritual agama.

Hmm.. aroma pesta pun tercium dimana-mana. Bercampur baur dengan alunan lagu Jingle Bells, Holy Night, Gloria ataupun Kurisumasu Omedetou, yang kadang menggoda untuk melagukannya.


30 December 2005

Suatu Sore di Hari Ibu

Suatu sore di Hari Ibu, 22 Desi 2005, saya pulang ke Klaten bersama Supra X yang statusnya milik ayahanda. Dalam momen seperti ini (bermotor) saya memiliki kebiasaan buruk yang bisa membahayakan keselamatan sepeda motor dan orang lain. Saya suka "melototin" mobil-mobil keren (terutama MPV dan SUV, selain sedan). Bahkan kalau belum puas, berusaha mengejarnya. Ada si kembar (Xenia-Avanza), CR-V, X-Trail, Kijang Innova, New Escudo, kembaran baru (APV-Maven), Jazz, Fortuner, ... Pokoknya asyik deh.

Selain belagak kampungan di atas, kadang saya suka mengejar akhwat yang ngebut, meski sering kalah sih. Sore itu, entah dari mana asalnya tiba-tiba di depan saya ada seorang akhwat melaju cukup kencang. Ya begitulah, saya mencoba mengejarnya. Beberapa kali dia berhenti di lampu merah, saya selalu mendapat hijau, tapi tetap tidak bisa mengejarnya! Entah sepeda motornya atau cara saya berkendara yang membuat si Supra X enggan melaju cepat. Selain itu jika melihat jarum spidometer menunjuk angka 80, saya berusaha untuk menurunkan lajunya. Ngeri euy!

Menyadari diri ini tidak akan berhasil mengalahkannya, saya kembali mengendarai dengan pelan. Lagipula akhwat yang dikejar sudah tidak kelihatan. Namun saat saya berhenti di lampu merah, akhwat yang tadi tiba-tiba muncul dari belakang. Dia berhenti di jalur kiri (jalur lambat) dan di atas zebra cross, kebiasaan buruk yang harus segera ditinggalkan. Rupanya dia tadi sempat mengisi bensin dan saya tetap kalah olehnya! Biarlah ia tetap melaju, saya harus berhenti untuk
sholat Maghrib dulu. Saya terlambat berjama'ah, tidak mendapat satu rakaat pun.

Tidak sedikit saya jumpai akhwat yang berkendara dengan laju cukup tinggi, bahkan di jalan dalam kota sekalipun. Beberapa kali saya diminta untuk mengawal akhwat yang pulang malam. Eh, lha kok saya malah ditinggal ngebut! :D

Oya, baju koko kesayangan saya yang robek (warna hijau) sudah dijahit oleh ibunda. Tidak perlu beli yang baru. (^_^)

24 December 2005

Kisahku dengan Bank Syariah

Kali pertama menggunakan bank syariah adalah saat-saat awal kuliah. Saat itu saya sudah memiliki rekening di sebuah bank negara di mana (mungkin seluruh) perguruan tinggi negeri menggunakan jasanya. Saat itu belum tahu jumlah bank syariah yang ada di Yogyakarta. Saat itu baru tahu satu bank syariah, yaitu yang ada di jalan K.H. Ahmad Dahlan.

Saya menuju ke lokasi dengan naik bus kota jalur 12 dan sampai di sana sekitar pukul 8 pagi. Udara masih terasa dingin. Di sana tidak terdapat mbak-mbak karyawan bank yang pakaiannya dapat merusak kesehatan mata, pikiran, dan hati. ;)

Setelah tanya beberapa hal pada mbak Customer Service Officer (kalau tidak salah namanya gitu), ternyata ada banyak keuntungan menggunakan bank tersebut. Selain membawa berkah (insya Allah sesuai motonya), bea administrasi bulanannya pun juga lebih murah, yaitu sebesar Rp 2.000. Di bank sebelumnya adalah sebesar Rp 5.000 dengan sama-sama memakai fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Karena merupakan unit usaha dari bank di mana saya sudah memiliki rekening, maka segala fasilitas bank induk dapat digunakan tanpa dikenakan biaya tambahan (termasuk pemindahbukuan antar rekening syariah-non syariah). Transaksi dapat dilakukan di semua kantor cabang dan ATM bank induk. Hanya saja ada beberapa menu transaksi di ATM yang belum tersedia untuk nasabah syariah.

Beberapa waktu kemudian saya melihat ada pamflet mengenai "short course" keuangan syariah yang diselenggarakan di Fakuktas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (FE UGM) oleh Shariah Economic Forum dengan biaya sekitar Rp 50an ribu (kalau tidak salah lho). Kursus diselenggarakan selama beberapa pekan dengan sekian pertemuan per pekan dan beberapa topik materi. Saya pun tertarik untuk mengikutinya. Namun hanya tertarik saja sih, tidak benar-benar ikut. Dalam bahasa Jawa, istilahnya adalah "pinginan".

Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai haramnya bunga bank, saya masih juga menggunakan bank non syariah karena ada sesuatu hal (terkait transaksi melalui ATM) yang membuat saya belum rela melepaskannya. Setelah sesuatu hal tersebut dapat diatasi, saya pun memindahkan seluruh dana yang ada (hingga tersisa sampai batas saldo minimal) ke rekening syariah.

Menindaklanjuti fatwa MUI tersebut, bank yang pertama murni syariah mengeluarkan produk yang sangat inovatif. Produk tersebut berupa paket perdana syariah yang berisi saldo tabungan dengan fasilitas yang sangat menarik. Karena dapat diakses di hampir (mungkin sudah seluruh) kabupaten di Indonesia, maka produk ini telah menggugurkan kedaruratan (sehingga diperbolehkannya) menggunakan bank non syariah. Saya tertarik dengan konsep dan segala fasilitas produk ini. Saya kan "pinginan" gitu loh. Hehe..

Saya juga antusias membaca berita tentang keuangan syariah di salah satu harian nasional terkemuka dengan menumpang baca di beberapa masjid kampus. Dan baru beberapa bulan yang lalu saya membeli produk inovatif itu. Ternyata benar-benar sangat menarik dan tidak ada bea administrasi bulanan (tentunya dengan syarat/kondisi tertentu).

Selepas seremonial pembukaan kantor kas Masjid Kampus UGM hari Kamis kemarin (21 Dzulqa'dah 1426), saya berbincang dengan salah seorang staf bank pertama murni syariah. Tidak disangka ternyata beliau juga orang Klaten!
"Mas asalnya dari mana?"
"Klaten, Pak."
"Lho, kula nggih saking Klaten! Klatene pundi, mas?"
"Kula saking ********. Lha panjenengan pundi?"
"Kula celak pabrik gula."

Beliau pun juga memberitahu lokasi kantor kas Klaten yang akan segera dibuka. Katanya terletak di sebelah timur terminal. Dari perbincangan dengannya, saya menemukan ide menarik, yaitu paket perdana syariah (yang kemasannya sungguh cantik) digunakan untuk mahar nikah! Haha..

Jadi nanti kira-kira begini, "Saya terima nikahnya mbak fulanah binti pak fulan dengan mahar sebuah paket perdana syariah yang telah terisi saldo sebesar _sekian_ rupiah, ... . Dibayarkan secara kredit melalui pembiayaan syariah."
Hihihi..

Ngomong-ngomong ada tidak ya, produk pembiayaan untuk pernikahan?? (^_^)

Alhamdulillah, kini bank syariah sudah bertebaran di mana-mana. Bagi rekan-rekan di UGM dan sekitarnya, sekarang sudah ada 2 bank syariah yang beroperasi di kampus ini lho. Kagem sedherek-sedherek Klaten, ing Klaten sampun wonten setunggal bank syariah (ngajeng Masjid Raya). Insya Allah wulan ngajeng badhe tambah setunggal malih ing sakcelakipun terminal.

Dahulu ibarat terdampar di sebuah pulau terpencil dan kelaparan. Di sana tidak ditemukan buah-buahan, umbi-umbian, ataupun binatang buruan yang halal untuk dimakan. Di pantainya pun tidak ada ikan.

Kini di pulau tersebut telah terdapat lahan pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan. Bahkan hasilnya telah dimasak dengan resep istimewa dan telah dihidangkan di meja jamuan. Tinggal menyantapnya saja. Hmm.. alangkah lezatnya.

Namun, saya sempat suudzon. Jika dilihat dari sejarah, bank pertama murni syariah memang benar-benar didirikan atas dasar prinsip syariah. Sedangkan bank-bank syariah yang baru mungkin saja didirikan karena pendiri bank tersebut melihat adanya keuntungan ("bussiness minded") dari penggunaan sistem syariah. Semoga saja anggapan saya ini salah. Semoga niat mereka dalam mendirikan bank syariah memang benar-benar lurus. Maafkan..


Oya, menindaklanjuti tentang haramnya penggunaan perangkat lunak bajakan, marilah kita dukung Perangkat Lunak Bebas dan OpenSource (PLBOS).
*Komputer tidak bisa dirontokkan oleh Brontok. Hahaha...*

Free dan Open Source Software, solusi masuk akal anti perangkat lunak ilegal. Insya Allah halal. (^_^)